=============================
Oleh : Prof. Hung Zhao Guang
Pengalih Bahasa & penyadur :
Suryono Limputra
Perkumpulan Pancaran Hidup
Jakarta
Untuk kalangan Alumni PAHOA/
JPP/SMA 19, tidak bertujuan komersil;
boleh diperbanyak tanpa seizing Penyadur.
==============================
Ni artikel terdiri dari 3 bagian
Dijamin ada ilmu yang sangat menarik
artikel aslinya klik disini
Selamat Baca….
==============================
PENGANTAR
Dari pengamatan kita semua, perkembangan Sains dan Teknologi yang terjadi sejak Abad ke-20 dan berlanjut terus hingga kini, bukan saja telah memperkaya kehidupan materi dan jasmaniah umat manusia, tapi juga telah merubah gaya hidup manusia, berbareng dengan itu, perubahan dahsyat Tatanan Sosio Politik dan Sosio Ekonomi, serta krisis multi dimensional yang melanda Negara kita sejak 1997 telah membuat persaingan dan perjuangan hidup bertambah berat, gelombang pasang surut kehidupan semakin dahsyat yang seringkali membuat warga masyarakat terganggu keseimbangan mental bathinnya, yang pada gilirannya akan menyebabkan timbulnya atau diperparahnya penyakit-penyakit kronis yang erat hubungannya dengan kondisi mental bathin manusia. Makalah yang disajikan Prof. Hung ini akan dapat memberi jawaban tepat atas problem hidup bagaimana kita semua dapat menikmati buah hasil dari kemajuan Sains & Teknologi berupa kemakmuran materi tapi juga tetap menjaga Kesehatan Jasmaniah & Rohaniah, dan dapat hidup bahagia.
Prof. Hung melalui banyak contoh konkrit, menyimpulkan bahwa faktor utama penyebab timbulnya penyakit-penyakit kronis, bukanlah faktor internal si penderita, melainkan faktor eksternal penderita. Selanjutnya Prof. Hung mengemukakan bahwa dengan pengendalian Faktor Eksternal ini – membangun suatu Gaya Hidup Sehat – akan dapat mencegah dan mengurangi secara efektif timbulnya penyakit. Salah satu elemen penting dalam Gaya Hidup Sehat, yakni Keseimbangan Mental Bathin telah dikupas secara mendalam dalam makalah ini. Secara keseluruhan makalah ini bukan saja telah berguna memberikan pedoman berharga bagi pemeliharaan kesehatan warga usia pertengahan dan usia lanjut, tapi bagi pembaca muda, makalah inipun akan sangat bermanfaat bagi upaya pencegahan penyakit dan hidup sehat sepanjang hayat.
Prof. Hung Zhao Guang, lahir di Fu Kien pada tahun 1939, lulus dari Shanghai First Medical Institute pada tahun 1961, melanjutkan studi S3-nya di Chicago North Western University, Spesialisasi di Bidang “Sickness Prevention”. Kini menjabat sebagai Wakil Ketua Komite “Heart Coronary” pada Kementrian Kesehatan RRC; Wakil Kepala National Heart Disease Prevention Research Center; Pengurus Tetap pada China High Blood Pressure Foundation; Beijing An Zhen Hospital Kepala Bagian Penyakit Dalam; beliau juga Pengajar di Universitas dan Peneliti.
Makalah ini kami alih bahasakan, untuk dipersembahkan kepada kawan-kawan sesama Alumnus PAHOA/JPP/SMA 19 yang sebagian daripada mereka sudah menginjak usia pertengahan dan usia lanjut, semoga berguna, membantu kawan-kawan memperbaiki gaya hidup masing-masing agar terwujud cita-cita Hidup Sehat dan Panjang Usia.
Pengalih Bahasa & Penyadur:
Suryono Limputra
Jakarta September 2002
KETIDAKTAHUAN – PANGKAL MALAPETAKA
Berdasarkan definisi World Health Organization (WHO), maka usia di bawah 65 tahun tergolong Usia Pertengahan (Middle Age); usia di antara 65 tahun sampai dengan 74 tahun tergolong Junior Old Age; usia antara 75 tahun sampai dengan 90 tahun baru tergolong Formal Old Age; dan antara 90 tahun sampai dengan 120 tahun digolongkan Longevity Old Age (Orang Tua berumur panjang). Sebenarnya Usia Biologis Manusia maksimum dapat mencapai berapa tahunkah? Berdasarkan Prinsip Biology, usia binatang menyusui adalah 5 sampai dengan 7 kali masa pertumbuhan hingga dewasanya. Masa pertumbuhan manusia biasa mengambil masa tumbuhnya gigi susu yang terakhir sebagai patokan perhitungan, yakni usia 20 tahun sampai dengan 25 tahun. Jadi rentang hidup manusia seyogyanya, terpendek adalah 100 tahun dan terpanjang 175 tahun. Usia normal rata-rata manusia umum diakui adalah 120 tahun.
Bagaimana menjalani kehidupan sampai dengan 120 tahun? Dalam kurun waktu 120 tahun, hidup sehat hingga 100 tahun bukanlah mimpi. Bila Anda pada usia 70 tahun, 80 tahun hidup sehat tanpa penyakit; maka usia 90 tahun juga akan dapat dicapai dengan sehat tanpa penyakit; maka juga hidup sehat sampai dengan usia 100 tahun tidak mustahil. Ini adalah Hukum Biologi yang normal!
Akan tetapi, apa yang terjadi sekarang ini? Yang seharusnya dapat hidup rata-rata 120 tahun, kenyataan hanya mencapai 70 tahun sudah wafat, jadi usia telah diperpendek 50 tahun. Juga tadi dikatakan bahwa seyogyanya orang dapat hidup sehat hingga 100 tahun, namun begitu banyak orang yang sudah mulai menjadi tidak sehat pada usia 40 tahun, dan pada usia 50 tahun sudah mengidap penyakit Jantung Coroner dan pada usia 60 tahun sudah wafat, jadi lagi-lagi hidup manusia lebih cepat 50 tahun dihinggapi penyakit. Pendek kata, lebih awal kena penyakit, lebih awal lumpuh; lebih awal wafat telah menjadi gejala umum masyarakat kini.
Saya melakukan survey di Beijing dan menemukan kasus-kasus dimana ada anak sekolah SD yang sudah terjangkit Tekanan Darah Tinggi dan anak SMP/SMA sudah mulai menderita Arterioclerosis. Inilah topik yang mau kita bahas hari ini.
Mengapa ketika ekonomi kita telah berkembang, hidup makin makmur, tingkat kehidupan materi telah banyak meningkat, malah membuat orang jadi cepat mati? Banyak orang mengatakan ekonomi yang semakin berkembang, hidup yang makin makmur menyebabkan semakin banyaknya penyakit-penyakit Jantung, Stroke, Tumor/Cancer, Diabetes. Ini salah! Salah sama sekali! Saya berpendapat penyakit-penyakit ini bukan disebabkan oleh Peningkatan Kehidupan Materi, melainkan disebabkan oleh minimnya Pencerahan Mental/Bathiniah dan minimnya pengetahuan akan kesehatan (Health Knowledge & Awareness). Pengalaman di Amerika menunjukkan bahwa: Penduduk kulit putih bila dibanding dengan penduduk kulit hitam, si kulit putih lebih makmur, kehidupan materialnya lebih baik. Tapi penderita Tekanan Darah Tinggi, Jantung Coroner, Tumor/Cancer berkulit putih lebih sedikit dibanding si kulit hitam, usianya pun lebih panjang. Bagaimana hal ini dapat terjadi? Tiada lain karena penduduk kulit putih kebanyakan adalah pekerja berkerah putih (white collar worker) dan pekerja berkrah putih memperoleh pendidikan kesehatan (Health Education) yang lebih baik; Pencerahan Mental, Pengetahuan Kesehatan, Kesadaran untuk menjaga kesehatan kesemuanya relatif lebih tinggi. Kesimpulannya: kita mendapat penyakit lebih awal dan lebih banyak, bukan karena peningkatan kehidupan materi, melainkan karena Pencerahan Mental/bathin kita tidak cukup! Bila kita semua dapat meningkatkan pengetahuan tentang Hygiene dan Pemeliharaan Kesehatan maka berbareng dengan semakin berkembangnya ekonomi, kita semua akan dapat semakin sehat, bukan sebaliknya dimana penyakit yang semakin banyak menghinggapi kita.
Dewasa ini, penyakit apa yang terutama paling mempengaruhi kesehatan tubuh kita? Jantung Coroner adalah nomor satu. Di tahun 2001 yang meninggal oleh penyakit Pembuluh Darah Jantung dan Otak (Stroke) adalah 15.500.000 orang yang merupakan 25% dari total kematian akibat penyakit. Jadi ini adalah penyakit yang paling berbahaya di dunia. Pejabat tinggi WHO pernah menyatakan bahwa apabila diambil langkah-langkah preventif akan dapat mengurangi separuh dari kematian, artinya separuh kematian dapat dicegah. Prof. DR. Zhung Dao Heng pernah berucap: Banyak orang yang tidak mati karena penyakitnya, tapi mati karena ketidaktahuannya. Jadi sekali lagi saya peringatkan kalian, jangan mati karena keteledoran, jangan mati karena kebodohan, sebab banyak penyakit yang dapat dicegah sehingga kematian dapat terhindar.
Sebuah contoh: Seorang penduduk Beijing berusia pertengahan pada suatu hari membeli sejumlah sayur dan menjemurnya pada tembok pekarangan rumahnya, tiba-tiba turun salju, dan karena kuatir sayur akan membusuk, ia turun tergesa-gesa dari lantai 3, untuk mengangkuti sayur-sayur ke dalam apartemennya di lantai 3.
Ia memaksakan diri mengangkuti sayur-sayur berikat-ikat dengan berat hampir mencapai 50 kati, sekaligus sampai ke lantai 3, dan karena ia jarang berolah raga dan tidak lagi bekerja karena sudah pensiun, maka mengangkat sayur-sayur itu sekaligus naik turun lantai 3, menyebabkan ia sangat kelelahan dan nafas terengah-engah dan sesak, kemudian terbatuk-batuk mengeluarkan darah dan lendir. Ia sadar telah mendapat serangan lalu menelepon ambulans Rumah Sakit. Di Ruang Gawat Darurat, ia didiagnosa mendapat Myocardial Necrosis Acute, dan mendapat injeksi pertolongan pertama yang biayanya Yuan 15,000 kemudian dirawat di Rumah Sakit. Terakhir dengan menghabiskan biaya Yuan 60,000.-, ia sembuh dari penyakitnya. Bayangkan 50 kati sayur yang ingin diselamatkannya dari salju hanya bernilai Yuan 6.- saja. Jadi untuk menyelamatkan sayur yang bernilai Yuan 6, ia telah menghabiskan Yuan 60.000, bahkan hampir saja kehilangan nyawa! Apabila orang ini pernah memperoleh Pendidikan Kesehatan: “bahwa orang yang biasa tidak pernah gerak dan tidak pernah olahraga, tidak boleh tiba-tiba mengerjakan pekerjaan fisik yang berat”, maka ia tentu akan dapat menghindari malapetaka ini.
Kami para ilmuwan sering menekankan kata-kata Mutiara ini: Para Manula perlu memperhatikan Tiga Buah Setengah Menit dan Tiga Buah Setengah Jam.
Banyak manula yang bisa meninggal mendadak di malam atau pagi hari, bagaimana ini bisa terjadi? Seorang manula yang bangun tidur tengah malam ingin buang air, ia melakukannya terlampau cepat, ia turun dari ranjang secara tiba-tiba, dan aduh, otak kekurangan darah, tekanan darah sangat rendah, otak yang kekurangan darah menyebabkan dia berkunang-kunang, labil dan tiba-tiba jatuh, ada yang patah tulang, ada yang tiba-tiba jantungnya berhenti! Mengapa para ilmuwan mengajukan Formula 3 buah setengah menit? Karena dari pemantauan E.C.G pasien, didapati bahwa di siang hari E.C.G-nya normal, tapi di malam hari biasanya kekurangan darah pada otot jantung dan tiba-tiba mengkerut. Mengapa demikian? Karena ketika ia tiba-tiba bangun tidur, mendadak tensi darahnya menurun, otak kekurangan darah dan jantung berhenti.
Maka para ilmuwan menggunakan Formula 3 buah setengah menit: Ketika terjaga, jangan segera turun ranjang, Rebahlah dulu kira-kira setengah menit, lalu duduk di ranjang selama setengan menit, kemudian baru turunkan kedua kaki di kaki ranjang selama setengah menit.
Nah, dengan melewati 3 buah setengah menit, tanpa buang uang sepeserpun, kekurangan darah pada otak akan terhindar, jantung berkerja normal, menghilangkan kemungkinan jatuh dan patah tulang, serangan jantung dan stroke!
Tiga buah setengah jam adalah: Setiap pagi bangun tidur, berolah raga selama setengah jam, baik itu Tai Chi, lari-lari pagi dengan jarak tidak kurang dari 3 KM atau olahraga-olahraga lain yang cocok. Kemudian, tengah hari tidur siang setengah jam. Hal ini diperlukan oleh jam biologis manusia, dengan tidur siang setengah jam maka bekerja di siang dan sore akan penuh semangat, terutama pada manula, lebih-lebih memerlukan tidur siang, sebab manula biasa tidur tidak terlampau malam dan bangun di pagi sekali, jadi memerlukan sedikit istirahat di tengah hari. Yang ketiga adalah sore hari setelah makan malam, berjalanlah pelan-pelan selama setengah jam, dengan demikian para manula akan dapat tidur dengan nyenyak, dapat mengurangi kemungkinan terjadinya Myocardial Necrosis dan tensi tinggi.
Dewasa ini banyak orang mengatakan bahwa Ilmu Kedokteran telah berkembang demikian pesat, apakah memang Ilmu kedokteran dengan High Technology itu dapat menyelesaikan semua penyakit dengan baik? Ternyata biaya-biaya pengobatan dengan High Tech tersebut masih sangat mahal dan jadinya hanya cocok untuk segelintir pasien yang mampu! Ambil contoh Transplantasi Jantung, biayanya lebih dari 200.000 Yuan. Sedang Jantung Coroner, dapat di-by pass operation with bridge, biayanya 100.000 Yuan. Ditambah lagi semua pengobatan High Tech ini tidak mungkin dapat mengembalikan si pasien ke kondisi sebelum sakit, tetaplah, masih lebih baik jangan sakit! Pendidikan Kesehatan senantiasa menggunakan cara/metode-metode sederhana tapi mampu mencegah demikian banyak penyakit.
Dan jika toh penyakit kronis tak terhindarkan hinggap di diri Anda, jalani pengobatan sesuai dengan petunjuk Dokter Ahli. Ada seorang rekan saya di rumah sakit, menderita Tekanan Darah Tinggi selama 12 tahun, tensinya senantiasa berada pada angka 200, dan ia tak merasa sesuatu kelainan, tapi ia merasa “menderita” jika disuruh menelan obat darah tinggi, sehingga ia tak pernah mau minum obatnya. Lewat 12 tahun, timbul komplikasi, antara lain Arterioclerosis, Gagal Fungsi Ginjal yang membutuhkan Cuci Darah 3 kali seminggu, berlangsung selama 10 tahun menghabiskan 900.000 Yuan, toh akhirnya tak tertolong juga. Padahal kalau pada awal baru kena Tekanan Darah Tinggi, ia tekun menelan obat Tensi Tinggi yang harganya hanya 30 cent Rmb, maka penyakitnya akan terkendali baik dan tak sampai timbul komplikasi, jadi jika penderita penyakit tidak menjalankan pengobatan secara ilmiah, akhirnya terjadi pemborosan uang dan kematian. Faktanya, Prevention (pencegahan) adalah sangat sangat sederhana, dapat mengurangi orang-orang terserang penyakit, jadi dilihat dari sudut pandang ini, Pengobatan High Tech jauh tidaklah sebagus Pencegahan Panyakit.
GAYA HIDUP SEHAT
Sampai di sini kita harus membahas suatu hal yang sangat penting, yakni Sikap Mental (Mental Attitude) kita. Upaya pemeliharaan kesehatan takkan berhasil jika tak ada perubahan Sikap Mental. Apa yang dimaksud dengan Perubahan Sikap Mental? Kita semua perlu sepenuhnya paham bahwa dari sekian banyak dan macam-macam penyakit terkini, sumber akarnya tiada lain adalah Gaya Hidup (Way of Life) yang keliru! Jika kita menjalankan Gaya Hidup yang sehat/benar, penyakit akan jauh dari kita!
Gaya Hidup Sehat/Benar diungkapkan hanya dengan 4 (empat) kalimat: Makan yang pantas, Berolahraga dengan takaran pas, Stop Rokok dan Kurangi Alkohol, Mental Bathin Tenang Seimbang. Dengan 4 kalimat tersebut di atas, Penyakit Tekanan Darah Tinggi dapat berkurang 55%; Stroke & Jantung Coroner dapat berkurang 75%; Diabetes dapat berkurang 50%; Tumor dapat berkurang 35%, usia rata-rata dapat diperpanjang 10 tahun ke atas, kesemua ini diraih tanpa mengeluarkan uang sesen pun! Jadi Gaya Hidup Sehat sangat mudah tapi efeknya luar biasa. Tetapi mengapa perlu ada Perubahan Sikap Mental? Pada tahun 1981, saya dikirim ke Amerika, pada tahun 1983 menjalankan Research Cabang Ilmu Kedokteran bernama Prevention of Sickness/ Disease di bawah bimbingan Prof. Stamm yang terkenal. Beliau suatu hari membawa saya ke Perusahaan Westinghouse Electric di Chicago yang sedang menyelenggarakan suatu Pesta pelepasan karyawan-karyawan yang telah mencapai usia pensiun 65 tahun. Pada pesta ini CEO perusahaan ini membagi-bagi Piagam dan Hadiah bagi mereka yang selama usia 55 sampai dengan 65 tahun (10 tahun) tidak pernah sakit! Setiap orang mendapat 1 buah T Shirt, 1 buah raket tennis dan sebuah amplop berisi Cek Kontan. Wah, semua hadirin bertepuk tangan tanda berterima kasih kepada Boss yang bermurah hati! Tapi, setelah pulang saya renungkan peristiwa tersebut dan kagum kepada CEO perusahaan ini yang sangat brilyan. Bayangkan, karyawan-karyawannya yang tak pernah menderita sakit selama 10 tahun telah menghemat uang pengobatan perusahaan berapa juta US Dollar? Sebagai hiburan, ia hanya menghadiahi 1 buah T Shirt, 1 buah Raket, nah berapa kekayaan yang ia ciptakan untuk perusahaannya? Sang CEO menginventasi Kolam Renang, Health/Fitness Centre (Pusat Kebugaran), Lapangan Tennis dan menganjurkan orang-orangnya untuk berolahraga dan menghindari penyakit.
Aduh, ketika saya kembali ke Beijing, Ketua Serikat Buruh, Pimpinan Rumah Sakit, pada saat-saat Hari Raya Tahun Baru, ramai-ramai mengunjungi karyawan-karyawan yang menjalani rawat inap, makin berat penyakitnya makin sering dikunjunginya sambil bawa bingkisan-bingkisan, dan tidak ada yang menaruh perhatian kepada karyawan-karyawan yang sehat! Sementara di Amerika sana, orang menghargai dan memberi perhatian kepada orang sehat. Dengan membanding-bandingkan ini, saya bukan bermaksud menyatakan tidak perlu beri perhatian kepada pasien-pasien lama. Yang saya maksudkan di sini, engkau bisa 10 tahun bekerja tanpa seharipun sakit, bagus! Siapa mau pusing dengan kenyataan ini? Anda boleh terus saja bekerja, bekerja! Nah di Amerika, Westinghouse amat peduli terhadap karyawan yang sehat-sehat ini, terus mendorong agar sehat terus, dan jauh dari penyakit!
Nah, di sini keadaan sebaliknya, tidak ada orang peduli terhadap orang sehat, oh, bila sakit Anda makin berat, Anda akan lebih banyak dikunjungi, dan tentu akan dapat cuti sakit yang lebih panjang. Sikap Mental kita adalah lebih menekankan kepada Pengobatan. Di sini, setiap perusahaan senantiasa menyiapkan Anggaran untuk Tunjangan Pengobatan, akan tetapi tidak tersedia sesen pun Anggaran untuk Pencegahan Sakit. Padahal pernah dilakukan penelitian & perhitungan oleh pakar-pakar dunia, bahwa biaya pencegahan Jantung Coroner setiap menghabiskan 1 Yuan, maka biaya pengobatan yang dapat dihemat adalah 100 Yuan. Kesimpulannya Sikap Mental harus diubah dari “pengobatan” diubah menjadi “pencegahan sakit”.
Selanjutnya mari kita bahas masalah penyakit Arterioclerosis, Tumor, Diabetes, sesungguhnya bagaimana penyakit-penyakit tersebut dapat hinggap pada kita? Terdapat 2 (dua) penyebab timbulnya penyakit-penyakit ini. Pertama adalah Penyebab Internal, yang kedua adalah Penyebab Eksternal. Penyebab Internal adalah Faktor Turunan. Penyebab Eksternal adalah Faktor/Elemen sekelilingnya. Setiap Penyakit selalu ditimbulkan oleh kedua penyebab yang saling berinteraksi.
Pertama-tama mari kita bahas Penyebab Internal:
Penyebab Internal adalah suatu faktor keturunan atau satu faktor kecenderungan. Misalnya: bila Ayah menderita Tekanan Darah Tinggi, Ibu juga penderita yang sama, maka anak yang dilahirkan cenderung 45% kena juga Darah Tinggi. Bila ayah dan ibu salah satunya penderita, maka sang anak 28% kena penyakit Darah Tinggi. Bagaimana bila ayah dan ibu kedua-duanya tekanan darahnya normal-normal saja, bagaimana dengan sang anak? Masih tetap kemungkinan kena, tapi hanya 3,5% kecenderungan kena. Faktor keturunan adalah menunjukkan suatu trend (kecenderungan), ada bayi yang ketika lahir sudah mengidap kolestrol tinggi, Tensi Darah Tinggi, inilah yang disebut Faktor Keturunan. Faktor Keturunan mempunyai pengaruh tertentu. Kita ambil suatu contoh hidup untuk melukiskan pengaruh tersebut: Seekor kelinci yang biasanya menyantap wortel dan sayur, diubah menunya dan mulai disuguhkan kuning telur ayam dan minyak babi. Kuning telur mengandung kolestrol tinggi, sedang minyak babi mengandung lemak hewani tinggi. Dalam waktu 4 (empat) minggu, kolestrol kelinci meningkat; dalam waktu 8 (delapan) minggu, terjadi Arterioclerosis; dalam waktu 12 (duabelas) minggu masing-masing kelinci sudah terkena Jantung Coroner. Kemudian, kita ganti gunakan bebek sebagai hewan percobaan, bebek ini juga diberi makan kuning telur ayam dan minyak babi, tapi hasilnya menakjubkan. Walau dijejali dengan kuning telur dan minyak babi tiap hari, kolestrolnya tidak pernah meningkat; tidak terjadi Arterioclerosis; tidak pernah terjadi Jantung Coroner pada bebek-bebek itu! Bagaimana hal ini bisa terjadi? Teorinya sangat sederhana: kelinci adalah kelinci, bebek adalah bebek. “Gen”nya berbeda!. Manusiapun sama saja. Si Ali makan daging berlemak seketika kolestrolnya tinggi, terjadi Arterioclerosis dan terjadi juga Jantung Coroner ; sedang si Amat tiap hari melahap daging berlemak, ternyata tidak ada masalah sama sekali pada tubuhnya. Penyebabnya: si Ali gennya termasuk type kelinci, sedang si Amat type bebek. Jadi gen type bebek tiada masalah, gen type kelinci benar-benar sial dan sudah sial sejak si Ali lahir.
Saudara-saudari sekalian, manusia bila dipandang fisiknya dari luar, baik tinggi badan, berat badan dan rupa raut mukanya hampir sama saja. Padahal antara manusia dengan manusia terdapat perbedaan ibarat langit dan bumi, perbedaan yang sangat besar! Misalnya dalam kehidupan manusia, setiap orang pasti pernah bertemu dengan hal-hal yang tidak menyenangkan, yang menimbulkan kemarahan dan kegelisahan. Akan tetapi reaksi yang timbul akibat kemarahan dan kegelisahan berbeda antara satu manusia dengan yang lainnya. Si Ali begitu timbul marah, hatinya berdebar, tensi darah meningkat, wajah memerah, nafas memburu. Si Amat begitu timbul marah dan gelisah hatinya tak berdebar, tensi darah juga tidak meninggi, tapi lambungnya terasa nyeri, bahkan lambung berlobang dan berdarah! Si Polan begitu timbul marah dan gelisah gula darahnya meningkat, dan si Udin begitu timbul marah dan gelisah tidak kena Jantung juga tidak kena lambung nyeri, juga tidak kena diabetes, akan tetapi kena penyakit kanker. Orang kelima si Ucok begitu mengalami tekanan yang demikian berat, terjadi gangguan mental. Yang terakhir orang keenam si Suryo, ketika mengalami “tekanan” yang berat, tidak ada masalah sama sekali. Jadi kesimpulannya: sama-sama manusia dewasa, sama-sama mengalami tekanan, menjadi marah dan gelisah, ada yang kena serangan jantung, ada yang kena lambung nyeri, ada yang kena diabetes, ada yang jadi gila tapi ada juga sama sekali tidak ada masalah. Jadi Daya Tahan tiap-tiap orang berbeda; Daya Tahan Mental tiap-tiap orang berbeda. Jadi walau fisik manusia dipandang dari luar terlihat hampir sama tapi antar manusia dengan manusia Daya Tahan Mentalnya, Semangatnya, Wataknya, dan Tekadnya bisa sangat berbeda. Inilah yang dikatakan Penyebab Internal setiap manusia berbeda satu dengan yang lain.
